Suasana kantin terlihat sangat kondusif. Bukan karena ada peraturan yang membuat setiap orang harus sepi dan senyap seperti ketika di perpustakaan. Hanya saja, kehadiran Nenti yang bergabung dengan Melisa dan juga yang lainnya membuat suasana seakan mengerikan dan semu orang memilih untuk bungkam tak bersuara sama sekali. Yang Melisa syukuri dari kehadiran Nenti bersamanya adalah, kehadiran wanita yang identik dengan imej galak itu membuat semua orang takut untuk melihat ke arah meja mereka dan pada akhirnya memilih sibuk dengan diri mereka sendiri. Mungkin saja jika tidak ada Nenti di sampingnya, Melisa akan menjadi pusat perhatian karena ada Bandi juga Alfath yang duduk di meja yang sama dengannya. Dua orang pria yang dikabarkan sedang dekat dengan Melisa kini berada di satu meja yang

