Melisa menatap canggung ayah mertuanya yang datang untuk menjenguk Nina di rumah sakit. Bukan karena kedatangan pria yang berstatus sebagai ayah dari suaminya, tapi Melisa merasa canggung karena di saat yang bersamaan masih ada Bandi. Sejak Fatih melihat keberadaan pria asing di ruang rawat ibunya, pria itu langsung menatap tajam penuh tanya pada Melisa. Melisa takut jika Fatih akan mengira bahwa Bandi adalah sosok spesial baginya. Ia tidak ingin mendapatkan citra sebagai menantu yang buruk. Apalagi Melisa sama sekali bukan wanita yang seperti itu, walaupun ia belum mencintai Alfath suaminya, tapi ia akan berusaha menjaga kesucian rumah tangga. Meski batas waktu dari pernikahannya sudah ditentukan. “Siapa dia?” Melisa menghela napas panjang, Fatih adalah seseorang yang tidak panda

