SUARA langkah mahasiswa tergesa-gesa memenuhi koridor kampus, riuh bercampur tawa. Semua tampak biasa dan normal. Suasana kelas sudah mulai ramai ketika Akari melangkah masuk dengan langkah pelan, tasnya disampirkan di bahu. Suara tawa mahasiswa lain, gesekan kursi, dan gesekan kertas di meja terasa seperti dunia yang sudah lama dia lupakan. Tapi, kali ini tenaga untuk berbaur dengan orang lain terkuras habis. Dia hanya ingin duduk diam di sudut ruangan, melebur dalam keramaian tanpa harus diperhatikan. Akari menghela napas, dia berjalan menuju kursi favoritnya, yang selalu dia duduki di dekat jendela. Saat matanya mulai lelah, bola matanya menangkap sesuatu di atas meja. Langkahnya terhenti, alam bawah sadarnya tahu siapa yang baru saja berada di mejanya. Setangkai bunga berwarna gel

