Pria Misterius

1369 Kata

UDARA malam masih basah oleh kabut tipis yang menggantung rendah di atas tanah basah dan suara sungai terdengar jelas mengalir di pendengarannya. Akari melangkah gontai, kakinya nyaris tak sanggup menopang tubuhnya sendiri setelah menembus kegelapan hutan yang seakan tiada ujung. Nafasnya berat, setiap tarikan d**a seperti ditusuk jarum. Hutan gelap yang baru saja dilewatinya kini terbuka pada sebuah tepi sungai. Samar-samar di balik kabut, tampak sebuah pondok kayu sederhana berdiri di tepi sungai. “Apa itu?” tanyanya serak, tenggorokan Akari terasa kering. Matanya terasa buram karena gelap, menajam, menatap ke arah sumber cahaya itu. Sebuah pondok kayu berdiri miring di tepian, dindingnya reyot, namun diterangi lampu minyak tergantung di beranda pondok. Cahayanya bergetar tertiup ang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN