Limabelas

1339 Kata

Seorang manusia yang sesungguhnya teramat sangat rapuh, yang masih berjuang untuk setitik harapan yang ia punya. Yang masih berusaha untuk kembali ke titik luka yang sama meski tahu akan tersayat ribuan belati lagi. Tidak ada yang tahu kapan semua luka-luka yang tidak pernah terobati itu akan pulih kembali. Setelah sekian banyak air mata di dalam kegelapan, seolah semua tangis dan sakit yang menyesakkan dadanya belum cukup. Kini datang lagi badai yang berhasil memporak-porandakan satu-satunya hati yang ia jaga dengan segenap hidupnya. Setelah sekian lama Kinan harus berdiri seorang diri menggenggam harapannya di bibir jurang yang curam. Kini harapan itu mendadak sirna, seperti abu yang telah lebur di tiup angin. Kinan baru menyadari, bahwa apa yang ia nantikan berkemungkinan besar tidak ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN