Happy reading! ~D e m i K i a n~ Andai seseorang dapat memilih untuk lahir dari rahim siapa. Menuliskan takdir kehidupan sesuai keinginannya. Memutuskan untuk hidup seperti apa, mungkin tidak akan ada lagi keseimbangan di dunia. Akan terlalu banyak orang yang bahagia hingga melupakan rasa sakit. Dan ketika rasa sakit terlupakan, maka tidak akan ada lagi manusia hebat yang mampu belajar dari luka-lukanya. Maka tidak ada lagi ketegaran yang pernah tercipta lewat air mata. Karena sebuah luka datang bukan untuk menghancurkan, melainkan menguji seberapa mampu kita bisa menyelesaikannya dengan baik. Sebuah luka yang datang untuk menguatkan raga yang mulai lelah berjuang sendirian. Seperti Kinan yang kini masih meringkuk seperti janin di atas kasur yang sudah berantakan. Gadis itu telah membuk

