Tigapuluh delapan

2192 Kata

Happy reading! -D e m i K i a n- Sepasang mata sendu itu perlahan terbuka. Setelah berkedip beberapa kali untuk membiasakan dengan cahaya yang menyilaukan. Perlahan pandangannya semakin jelas. Hingga kelopak mata itu mulai terbuka secara teratur menatap sekeliling kamar dengan lemah. Sorot hampa yang sarat akan keletihan itu terpaku pada seseorang yang merebahkan kepala di sisi kiri ranjang dengan sepasang tangan yang menggenggam tangannya erat. Lantas pandangan Kinan terus bergerak menyisir ke segala sudut ruangan bernuansa putih. Kinan tergelak sadar, matanya nyalang seketika menyadari di mana ia berada saat ini. Gadis itu menghela napas panjang yang terasa sesak tak berkesudahan. Ia hidup, tetapi terus menerus serasa dicekik untuk sekedar bernapas. Mengingat kejadian terkahir yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN