Aldio kembali bekerja, seperti biasa ia menitipkan Dini dengan adiknya Lea. Dio bersyukur Lea dan Kaffa tidak keberatan menjaga Dini, ketika ia berpergian ataupun kerja. "Gas, lo kenal wanita ini?" sejak kemarin Aldio ingin menanyakan tentang Stefi, namun ia baru memiliki kesempatan. Bagas mengeryit dahinya penasaran. "Ini Mbak Stefi, kan. Dia ini temannya mbak Alin." Aldio tersenyum miring. "Lo yakin?" Bagas mengingat Stefi hanya sesekali kemari, dia tidak minum sama sekali. "Iya aku yakin. Malam itu mbak Alin datang bersamanya, tapi dia pulang lebih dulu dari Mbak Alin. Bahkan duduk tempat berbeda, tidak salah dia duduk nggak jauh dari meja lo." Jelas Bagas semakin membuat Aldio curiga dengan Stefi. Dia harus segera mencari bukti jika Stefi hanya menjebaknya. "Memangnya lo kenal?

