Kaffa baru saja pulang, ia pulang lebih awal dari biasanya. Pekerjaannya di kantor juga tidak terlalu banyak. Ketika masuk dalam rumahnya, ia melihat Nina yang sudah menikmati teh bersama Lea. "Kaffa.." Belum juga pria itu mendaratkan pantatnya di sofa, Nina menyambar tanpa permisi. Biasanya kalau gini, ngerepotin gue nih.. Kaffa menyentil telinga Nina yang memeluk seenaknya, apalagi ada Lea membuat Kaffa tak enak hati. Meski Lea terlihat biasa saja, bahkan ia terkikih memandangi mereka berdua layaknya adik dan kakak. "Iih.. Kaffa sakit. Merah deh telinga gua." Ringis Nina sambil mengusap telinganya. Kaffa terkekeh lalu mendarat duduk samping istrinya. "Siapa suruh lo peluk gue! Kalau Aldio lihat bisa dijadikan sate gue." Ucap Kaffa enteng membuat Nina mengerecut kesal, padahal b

