Teguh menutup ponselnya, ia baru saja mendapatkan pesan dari Mela kalau hasil tes Teguh sudah keluar. Pria itu mengusap wajah dengan kedua tangan, ia tidak bisa membayangkan jika Mela harus menemui keluarga Rayan untuk meminta bantuan. Ada perasaan takut dalam diri Teguh jika itu sampai terjadi. Entahlah... Teguh khawatir akan kehilangan Mela, sebenarnya itu hanya perasaan yang berlebihan saja, karena Teguh tahu hubungan mereka tidak pernah akur. Mela dan keluarga Rayan tidak memiliki hubungan yang baik. Teguh menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, matanya menatap langit-langit ruang kerjanya. Pikirannya melayang pada Aarick yang sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. “Kasihan anak itu,” gumam Teguh. Teguh lalu menghidupkan laptopnya, ia kemudian masuk ke mesin pencari dan men

