Hanum sudah tidak peduli lagi dengan hari pernikahan yang harusnya berlangsung hari ini. Ia sudah punya firasat jika pernikahan ini tidak akan berjalan sesuai dengan yang Tante Maya dan mamanya rencanakan. “Mamaaa... harusnya mama mengerti kenapa aku meminta pada mama kalau aku tidak ingin menikah dengan Mas Reyno,” isaknya. “Mengapa Mama mau melakukan hal sekejam itu? Akhirnya begini, ‘kan? Mama di penjara dan bagaimana dengan nasibku?” “Mama telah menyakiti anak Mbak Mela, Mas Reyno pasti marah pada Mama, aku menjadi takut bertemu dengan Mas Reyno.” Hanum menumpahkan isi hatinya, seprei putih yang menutupi spring bed itu telah basah oleh air mata Hanum. Sekarang Hanum mengerti, mengapa Reyno kemaren menyuruh Hanum pulang dan membohonginya mengatakan kalau Helena memang sedang di but

