Ilham semakin mempererat pelukan kepada istrinya, ia tak kuasa mendengar cerita istrinya. Begitu bersalahnya ia jika benar-benar akan percaya perkataan ibu Tumini di telpon. Jadi, selama ini istrinya benar-benar menderita sendiri, tanpa mau memberitahu siapa pun termasuk ibu nya. Iya, pasalnya ia belum tahu bahwa Lila sahabat Dela justru orang yang pertama kali tahu tentang istrinya itu. Ia kira dialah yang menjadi pundak pertama untuk istrinya. “Maafin aku sayang, udah, udah…kalau kamu gak kuat gak usah dilanjutin, kapan-kapan aja ceritanya,” ucap Ilham menenangkan istrinya sambil terus mengusap-usap pundaknya, dan menciumi kepalanya. Dela masih belum berhenti dengan tangisnya, justru semakin pecah, ia sebenernya tak ingin mengingat masa lalu nya yang kelam. Biar menjadi masa lalu ya

