Setelah melakukan negosiasi dengan Dela, Ilham mendapatkan lampu hijau untuk meneruskan hajatnya sebagai seorang suami. Meski dalam raut wajah istrinya masih ada rasa gelisah dan takut. Namun Ilham terus saja meyakinkan, dan berniat membantu Dela untuk keluar dari rasa takut itu. Ia berjanji tak akan memaksa atau sampai mengikat tangan Dela seperti waktu lalu. Bahkan ia akan berhenti jika Dela sudah tak sanggup. Membayangkannya saja rasanya kecewa jika harus berhenti ketika sudah sangat dekat mencapai puncak kenikmatan. Aku akan berusaha buat ngertiin Dela sekalipun aku harus menggadaikan kenikmatan itu itu. Ilham mulai mencium bibir Dela, memagutnya pelan, menyesap bibir bawahnya. Selama beberapa saat mulai menggoda dengan liukan lidah. Dela tak pernah menolak ciuman Ilham, meski me

