Dengan gembira aku melangkah menuju rumahku. Disepanjang jalan aku selalu tersenyum gembira dan merasa tidak sabar untuk segera bisa terbang kekorea secepatnya. Begitu dekatnya aku dengan impianku selama ini dengan dukungan kedua orangtuaku dan ibu anita tetapi penuh perjuangan begitu menghadapi nenekku yang begitu otoriter rasanya seperti menghadapi penjajah dimasa perang sebelum indonesia merdeka. Apakah anak lain diluar sana merasakan hal yang sama sepertiku?? Dari kecil hingga dewasa semua keputusan harus diambil oleh nenekku dari sekolah, les dan bahkan teman sekalipun sedangkan orangtuaku hanya bisa melihatku dari jauh saja seakan akan aku bukanlah anak mereka. Kalau kuingat ingat semua masa kecilku aku begitu terpenjara tidak boleh ini tidak boleh itu dan harus mematuhi aturan yang nenek buat.
Dan tanpa terasa aku sudah sampai dirumah, segera kucari mama dan papa tidak sabar untuk memberi tahu mereka kalau aku sekarang adalah mahasiswi sungkyungkwan university. Saat tiba diruang tamu kulihat nenek sedang duduk dan berkata " apakah kamu tidak masuk beasiswa luar negeri itu merry?? tanya nenek padaku. "hmmm nenek tidak mungkin seorang merry tidak lulus beasiswa luar negeri nek pekikku padanya."apa benar yang kamu katakan merry?? tentu saja nek aku benar, kalau tidak percaya nenek bisa telpon kesekolahku sekarang dan bertanya pada bu anita sekarang. Dan nenek mengambil ponselnya dan menekan nomor telpon sekolahku "hallo, saya neneknya merry mau bertanya pada ibu..benarkah merry lulus beasiswa luar negeri?? benar bu, merry adalah siswa yang cerdas yang membanggakan pihak sekolah karena sudah mengharumkan nama sekolah dikancah internasional tepatnya negera korea. Seharusnya ibu bangga dengan cucumu karena ia juga mengharumkan nama keluarga besarnya. bukankah sebuah kebanggaan kalau cucu anda bisa kuliah diluar negeri mengingat semua saudara anda memiliki generasi yang bisa dibilang cukup sukses diluar sana. Ada yang jadi dosen, pegawai pemerintah, aparat sipil negara dan lainnya.Jadi saran saya bu cobalah anda support cucumu dan berikan ia ucapan selamat karena menurut cerita dari merry kalau andalah yang cukup menentang beasiswa luar negeri ini dengan alasan yang menurut saya sudah kuno sekali bu. Begitu mendengar ucapan panjang lebar dari bu anita nenekpun mengakhiri percakapannya dengan bu anita dwngan beralasan ingin segera memberi selamat padaku. Huh!! dasar kompeni gak mau bener denger kata dari orang lain batinku dalam hati. "Baiklah bu anita terima kasih atas infonya saya tutup dulu telponnya" kata nenek pada bu anita.
"Nenek akan tambahkan uang sakumu selama kamu dikorea, jadi setiap bulan akan nenek kirimkan kerekeningmu merry. nenek harap kamu akan bisa disiplin bersikap dan selalu jaga kehormatan keluarga karena kamu akan jauh dari pantauan nenek. Ingatlah fokus pada kuliahmu dan jangan coba coba kamu berpacaran dengan orang korea disana karena begitu banyak perbedaan yang tidak akan pernah bisa satu seperti kita. "haduh nenek negara kita saja berbeda beda suku, ras dan budaya tetapi kita tetap satu yaitu indonesia kataku pada nenek yang sukses membuat nenek terdiam. Lalu akupun bilang pada nenek kalau aku mau menemui mama dan papa dulu.
Dengan berlarian menuju dapur kuhampiri mama yang sedang membuat kue kesukaanku yaitu brownies ."Ma...mama...mama...aku resmi jadi mahasiswi sungkyungkwan university yang membuat mama tersenyum bangga. Kupeluk dan kucium mama "ma...terima kasih atas doa dan dukungan mama karena aku lolos dan bisa begitu dekat dengan impianku ma kataku pada mama. "iya merry sayang semoga kuliahmu berjalan dengan lancar dan bisa mendapatkan gelar c*m laud ya sayang. "iya ma, dan satu lagi ma..doakan merry supaya dapat suami orang korea asli ma...kan suatu kebanggan tersendiri bagi keluarga kita yaitu keluarga jayasaputra bisa memiliki menantu orang korea asli ya khaan kataku pada mama. oh iya ma papa kok dari tadi gak kelihatan kemana ya ma?? oh papa kamu lagi kekantor sebentar sayang karena tadi dapat telpon kalau ada rapat mendadak jadinya papa kekantor. "ohhhh kataku pada mama. "Sebaiknya kamu istirahat dikamar sekarang pasti kamu capek kan, nanti kalau browniesnya matang mama akan antarkan kekamarmu. "baiklah ma, merry ke kamar dulu ngantuk mau tidur sebentar.
Akupun langsung menuju kamarku dan langsung merebahkan tubuhku diranjang. Seharian ini aku sangat lelah namun sangat menyenangkan bisa makan bersma bu anita.