kunci kebebasan

1998 Kata
LaD - kunci terbebas dari gua Dari game gue belajar apa itu bertahan hidup, dan mengenal sebuah solidaritas, di mana kami harus membantu satu sama lain untuk meraih sebuah kemenangan bersama. Dan kadang kala, menjadi pemain solo juga merupakan satu pilihan yang membuat gue merasa terbiasa walau dalam keadaan sendirian. Seperti sekarang, menghadapi monster dengan bentuk aneh di dunia yang baru gue pihak setelah kehidupan baru gue bukanlah hal yang sulit, terlebih ketika gue baru saja mendapatkan level yang Ter ilang cukup tinggi. Dan kerennya lagi, dengan skill predator yang gue miliki, gue bisa merampas semua skill dari setiap monster yang gue temui, seperti sekarang, setelah gue melahap monster laba-laba besar gue berhasil medapatkan skill jaring laba-laba dengan kekuatan yang menakjubkan, sebuah jaring yang tidak akan terpotong walau menggunakan pedang sekalipun. Dan tidak sampai di sana, saat ini gue bahakan bisa menggunakan skill duplikat di mana gue bisa menirukan setiap jenis monster yang udah pernah gue lahap. Dari bentuk tengkorak kering ketika gue sadarkan diri beberapa waktu lalu, sekarang gue bisa mengambil bentuk apapun yang gue inginkan. Mudah bukan? Dan yang jelas gue nggak perlu risau dengan bentuk tengkorak kering yang meresahkan itu. Karena saat ini gue menggunakan bentuk werwolf yang memudahkan gue dalam segi kecepatan, kemampuan dan pergerakan yang elastis. Jujur saja, awalnya gue bener-bener terkejut dengan keadaan ini tapi seiring berjalannya waktu gue bisa menggunakan kekuatan yang gue miliki dengan memikirkan semua itu di kepala gue. Contohnya saja sekarang. "Flash run!" Dan seketika, gue berlari dengan sangat cepat, bahkan kecepatan gue melebihi kecepatan suara dan terjangan yang gue hasilkan malah membuat gue bisa menghancurkan sebuah gumpalan baru yang cukup besar. Gila? Yup, itulah yang gue pikirkan beberapa saat lalu, ketika gue mulai menyadari bagaimana mengerikannya kekuatan di dalam diri manusia tengkorak ini. Namun di sisi lain gue juga beruntung. Kenapa? Karena dengan kemampuan ini gue bisa menjelajahi dunia aneh ini dan setiap lorong tanpa takut akan mari terbunuh oleh monster yang ada di gua ini. Karena nyatanya, saat ini gue lah pemangsa di gua ini. Dan tujuan gue sekarang adalah, bagaimana cara gue bisa keluar dari tempat ini dan melihat, sebenarnya saat ini gue ada di dunia seperti apa. Namun jika melihat segala hal yang ada di gue ini, tentu saja gue bisa menyimpulkan jika gue berada di dunia fantasi seperti pada game yang sering gue mainkan dulu. Keren kan? Tapi nggak mau bersenang diri, karena gue harus melihat dengan mata kepala gue, bisa aja kan kesenangan yang gue rasakan saat ini malah menimbulkan bencana untuk gue sendiri. Maka sebelum gue keluar dari tempat ini, gue memutuskan untuk meningkatkan semua kekuatan di dalam diri ini. Tentu saja semua gue lakukan untuk berjaga-jaga agar gue bisa menyelamatkan diri dari segala bahaya yang ada. Baiklah, sekarang dari mana gue harus memulai. Karena di hadapan gue sekarang ada dua buah lorong yang sedikit aneh di dalamnya. Karena gue nggak mau terlalu ceroboh, maka skill pendeteksi adalah satu pilihan untuk menjaga diri. Simpel saja, sebelumnya gue harus mengangkat tangan untuk melihat bagaimana keadaan di setiap lorong dan mendeteksinya dari telapak tangan, tapi sekarang, gue hanya perlu menatap dan memfokuskan diri pada tiap lorong yang ada di hadapan mata. Lalu setelah menerka dan melihat segala sumber informasi yang masuk ke dalam kepala gue, seperti apa yang ada di dalam sana, monster level berapa yang akan gue hadapi, dan situasi yang ada, maka gue putuskan untuk masuk ke lorong sebelah kanan, di mana ada sedikit ancaman di sana dengan beberapa monster saja dan tentunya monster dengan tingkat kesulitan yang tidak terlalu sulit. Dengan santai, gue berjalan masuk menyusuri lorong yang ada di sana dengan pergerakan yang santai. Tentu saja telinga dan segala Indra harus gue pertajam untuk mencegah hal yang tak diinginkan terjadi. Arena di posisi seperti saat ini, apalagi masuk ke daerah yang belum pernah gue jamah sebelumnya, adalah hal yang sedikit berbahaya. Sistem : bahaya terdeteksi, monster kuat menurut kearah mu! Dan benar saja, notifikasi seperti ini tentu memudahkan gue untuk mempersiapkan diri dari segala bahaya yang datang. Dan saat ini gue harus bersiap dengan hawa keberadaan yang perlahan datang. Tak lama setelahnya satu monster yang mirip dengan lizardman yang menggunakan sebuah tombak di tangannya datang. Pergerakannya cepat, bahkan tanpa persiapan yang berguna buat gue, monster biru datang dengan kekuatan dan terjangan yang luar biasa kuat. Gue melompat ke sisi kiri untuk menghindari serangan itu dan membuat lizardman ukuran besar itu menabrak dinding batu di belakang gue. Boom! Sungguh daya penghancur yang luar biasa, entah apa jadinya kalau sampai gue terkena serangan langsung dari monster sialan ini. Memang ya, para monster di tempat ini tidak pernah mengenal apa itu sopan santun dan tata kerama untuk menyambut tamu yang baru saja datang ke tempat ini. "Ck, santai lah, gue baru juga sampek!" "Kau!" Lizardman menatap sepasang mata gue dengan nyalang. "Manusia terkutuk yang akan menjadi santapanku hari ini!" Nah, ini nih, bagian yang nggak pernah gue suka tiap kali bertemu dengan salah satu monster yang ada di tempat ini. Tepat setelah gue melahap naga, gue jadi bisa mengerti apa yang mereka bicarakan, dan parahnya lagi, suara yang mereka keluarkan itu membuat telinga gue berdenging kuat, karena mereka memancarkan suara menggunakan gelombang ultrasonik yang membuat gendang telinga gue berasa mau pecah. "Berisik woy! Bisa nggak sih ngomong pelan-pelan aja!" Dasar sialan! Gue nggak tau apa monster ini bakal ngerti apa yang gue omongin apa nggak, tapi yang pasti gue bener-bener muak ketika mendengar mereka berbicara. "Diam kau manusia rendahan!" Cih, dia nggak sadar apa gimana. Di sini udah jelas kalau kekuatan gue sama dia jauh lebih kuat gue kemana-mana, tapi dengan sombongnya dia merendahkan gue yang udah baik tingkat jauh di atas dia. Dan tunggu, apa dia baru saja menyebut gue manusia? Di saat gue menggunakan bentuk manusia serigala di sini? Tinggi bukankah ini aneh? Kenapa hanya lizardman ini saja yang menganggap dan melihat gue sebagai manusia biasa, sedangkan monster yang gue udah gue kalahkan tadi menganggap gue hanya slekton biasa? Apakah sekarang aura gue udah mulai menyentuh ke titik di mana gue bisa disebut sebagai manusia? Ehh, teori dari mana coba gue ngomong ginian? Aelah sok pinter amat dah gue, padahal sekolah aja gue enggak kan? Dah lah ngoceh sendiri mah nggak akan buat masalah gue bakal selesai, karena di hadapan gue saat ini ada seekor monster yang siap menerjang gue kalau saja gue mengendurkan pertahan gue. Dan benar saja, ketika gue lemah, lizardman sialan ini langsung datang dan menyerang gue dengan tombak uang terlihat kuat di tangannya. Beberapa pukulan itu bergerak cukup cepat, tapi sayangnya semua pergerakannya bisa gue baca dengan sangat mudah dan mampu gue prediksi hingga membuat gue dengan mudah menghindari setiap serangan yang datang kearah gue. "Ez!" Ucap gue meremehkan. "Apa ini kemampuan yang Lo punya?" Tanya gue dengan mata memincing dan senyum tipis yang gue buat-buat untuk memprovokasinya. Karena dengan kemarahan dari lawan yang gue hadapi, maka akan dengan sangat mudah gue mengalahkannya. Anggap saja sebagai latih tanding gue untuk mengenyahkan sosok lizardman ini. "Jangan meremehkan ku manusia rendahan!" "Hoo... Apa Lo mampu melawan manusia rendahan macam gue? Kalau emang iya, buktikan!" "Dasar manusia tidak tahu diri!" Gue menyeringai ketika apa yang gue lakukan nyatanya berhasil membuat monster yang sepertinya memiliki pemikiran ini marah. Sungguh sangat mudah untuk mengendalikan seseorang ketika kemarahan sudah merasuki tubuhnya. Walau sebenarnya gue adalah tipikal orang yang paling malas bergerak, tapi di kondisi saat ini, mau tak mau gue harus berusaha semampu gue untuk menyelamatkan diri gue dari kematian konyol yang menghampiri ketika rasa malah itu mulai datang. Karena bagaimanapun juga, dunia ini tentu berbeda dengan dunia game yang pernah gue mainkan selama ini. Di mana ketika gue mati maka gue akan bisa dibangkitkan kembali di tempat yang memang sudah ditentukan sebelumnya, tapi di sini, ketika gue mati, maka selamanya gue akan kehilangan nyawa gue. Kehilangan untuk kedua kalinya ketika gue mulai ceroboh. Cukup ketika gue menjadi manusia sok pahlawan yang menyelamatkan manusia lain yang tak pernah memperdulikan gue. Dan akhirnya, gue malah mati tanpa tau apa yang bakalan terjadi setelahnya, karena ketika gue sadar, gue udah ada di dalam gua sialan ini. Serangan demi erangan kembali dilancarkan oleh monster ini, dan entah perasaan gue saja atau memang serangan dari monster ini begitu lemah dan lambat, hingga bisa dengan mudah gue baca kemana arah serangan itu dan bisa dengan mudah gue hindari. Konyol, di saat gue berpikir monster ini akan kuat seperti monster monster sebelumnya, tapi pada kenyataannya, lizardman ini hanyalah sampah penghuni gua yang tak berguna. "Mati! Mati! Mati!!!" Teriak lizardman dengan serangan yang membabi buta hingga dengan sangat mudah gue tepis dan gue hindari dari posisi gue saat ini. "Jangan sok hebat, kalau nyatanya Lo hanyalah sebuah sampah di tempat ini!" Gue menghindar dengan melakukan kayang ketika tombak itu hampir menusuk d**a gue, dari seni gue mulai mengangkat kaki kanan gue laku menendang lengan monster busuk ini hingga membuat tingkatnya terpelanting jauh. Gue menyeringai ketika melihat wajah terkejut dari monster bodoh ini. Dan sayangnya, serangan gue kali ini bukan bertujuan untuk membuat tombaknya jatuh begitu saja, karena hal selanjutnya yang gue lakukan adalah melompat kebelakang dengan tangan gue, lalu setelah itu gue langsung memberi beberapa pukulan di bagian perut lizardman itu hingga membuat dia terpukul mundur beberapa langkah. "Jangan pernah mengaku Lo kuat, karena pada kenyataannya Lo akan malu ketika berhadapan dengan musuh yang jauh lebih kuat dari mu!" Gue menyeringai, lalu setelahnya gue mengangkat tangan kanan gue dan jaring laba-laba langsung keluar dari sana. Ini lah skill yang baru saja gue dapat tadi. Jaring itu langsung melilit tubuh lizardman dan membuatnya terkejut tak bisa bergerak. "Manusia sialan!" Gue menyeringai ketika melihat bagaimana dia berusaha untuk melepaskan tubuhnya dari jaring itu, tapi sayangnya semua tak semudah yang dia kira. Karena selain kuat, jaringan itu sudah gue lapisi dengan beberapa sihir yang memang sengaja gue siapkan untuk hak ini. "Maaf saja." Gue berjalan mendekat kearah monster bodoh ini. Lalu seketika gue menunduk dan menatap dirinya dengan senyum menyeringai di bibir gue. "Jadi. Aku ingin bertanya sesuatu ke Lo, nggak sulit kok, karena gue pengen tahu, di mana kita sekarang, dan di mana jalan untuk keluar dari tempat engap ini?" Gue menatap sepasang mata buaya yang kini menatap tajam kearah gue, dan dari sini, sepertinya akan sulit untuk mendapatkan jawaban ketika sosok lawan kita masih terlihat baik-baik saja di sana. "Kau pikir siapa dirimu, huh?" Tanya lizardman dengan nada congkak. "Jangan harap kau bisa mendapat jawaban itu dari ku. Lebih baik kau bunuh saja aku!" "Hoo... Apa kau yakin dengan ucapan mu itu?" Tanya gue dengan seringai di wajah gue. Tentu saja, gue malah berharap dengan jawaban dari monster busuk ini. Salah satu monster yang bisa memiliki pemikiran selayaknya manusia pada umumnya. Berb dan dengan monster-monster yang sudah ku kalahkan sebelumnya, mereka memang bisa bicara, tunggu ... Atau malah justru sebaliknya aku yang bisa mengerti pembicara mereka. Ah lupakan, setidaknya, mereka mungkin bisa berbicara, tapi dari kebanyakan monster sialan itu, tidak ada satupun yang bisa menjawab pertanyaan ku ataupun mengerti dengan kata-kata ku, dan kali ini setelah gue mendapat apa yang seharusnya gue butuhkan, maka nggak semudah itu untuk membuat dia pergi atau mati begitu saja. "Jangan pikir aku ini baik hati, karena jika kau meminta untuk mati, bukan berarti aku akan memberimu kematian yang mudah." Lagi, gue menyeringai. Walau sejujurnya gue belum pernah melakukan hal ini sebelumnya, apalagi sampai harus menyiksa monster. Karena selama ini kehidupan gue yang kelam memaksa gue harus tinggal di dalam rumah busuk itu tanpa berpikir untuk keluar. Dan sekarang, ketika gue mati dan kembali hidup serta membawa ingatan gue dari kehidupan sebelumnya, gue merasa menjadi orang baru dengan semua hal yang gue inginkan. Kekerasan? Bukan, bukan itu. sebenarnya gue tidak ingin melakukan hal itu, tapi entah kenapa gue merasa jika hal ini harus gue lakukan jika ingin keluar dari tempat ini. Anggap saja lizardman ini adalah kunci menuju gue jalan keluar, karena dari yang gue tahu, monster busuk ini adalah salah satu yang mungkin saja mengetahui di mana jalan gue untuk keluar dari tempat engap ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN