25. Tembok Tinggi dan Tebal

1210 Kata

  “Bagaimana rasanya jadi istri, sayang?” tanya Janu pada putri satu-satunya. Karina yang duduk berhadapan dengan ayahnya sedikit terkesiap akan pertanyaan itu. Namun dia ingat kalau harus berpura-pura. “Setidaknya aku nggak perlu diet lagi tapi rekeningku tetap terisi, Pa,” jawab Karina bercanda. Janu tergelak mendengar jawaban putrinya yang jauh sekali dari dugaannya. “Itu sangat bukan kamu sekali, Karina,” timpal Janu. “Karena untuk saat ini manfaat terbesar yang aku rasakan ya itu, Pa,” kelakar Karina. setidaknya dengan menjawab seperti ini, dia tidak akan berbohong pada ayahnya. “Tapi untuk kasih Papa cucu tetap jalan, kan? Soalnya Papa liihat kamu makin mesra saja dengan Tristan,” ujar Janu. Dia mengamati perubahan ekspresi putrinya, namun Karina terlihat biasa saja. Bahkan den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN