42. Rencana Dadakan

2202 Kata

“Apa yang terjadi?” tanya Tristan setelah dia masuk ke dalam mobil, dia akan kembali ke kantor. Anwar juga masuk setelah Tristan di kursi di sebelah sopir. “Ada mogok kerja dari salah satu hotel kita di Surabaya dan Malang.” Mata Tristan langsung memincing mendengar kalimat asistennya ini. Wajahnya yang tadi masih santai dan terlihat ramah karena apa yang dia lalui seharian bersama Karina, kini berubah serius. “Mogok kerja? Bagaimana bisa?” tanya Tristan. “Uang lembur yang tidak keluar dan pemotongan gaji karyawan,” jawab Anwar dengan raut wajah tak kalah serius. Bola mata hitam Tristan semakin kelam. “Sejak kapan?” “Dua bulan ini.” Anwar kemudian memberikan tab miliknya pada Tristan. “Ini laporan keuangan dua hotel kita,” tuturnya. Tab itu diterima oleh Tristan. Matanya langsung be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN