34. Mug Yang Sama

1644 Kata

Paginya Tristan merasakan tubuhnya pegal semua, belum lagi suhu tubuhnya juga naik. Hal yang paling dia benci ketika harus sakit saat keadaan kantor sedang dilanda masalah. Semalam Tristan memang baru tidur sekitar pukul setengah 3 dini hari, dia harus mengumpulkan data mengenai masalah yang timbul kemarin sore. Turun ke lantai satu, dia mendapati Janadi yang sedang mengatur pelayan membersihkan koleksi guci dan barang berharga lain milik kakek Briyan. “Selamat pagi, Kek,” sapa Tristan. “Selamat pagi juga, Tristan. Pulang jam berapa?” balas Janadi. “Tengah malam, Kek. Kakek sudah sarapan? Kalau belum bisa sarapan bersama,” ujar Tristan. Janadi menggelengkan kepalanya. “Aku sudah makan, silakan ke dapur langsung, sarapanmu sudah disiapkan koki,” katanya. “Baik lah, Kakek.” Tristan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN