“Boleh aku yang membersihkannya?” tanya Tristan dengan suara yang kembali serah dan dalam. “A-apa?” tanya Karina dengan terbata. CUP Mata Karina membulat usai menyadari apa yang baru saja terjadi dalam kurun waktu beberapa detik usai dia bertanya. Bibirnya dikecup lalu dilumat bagian atasnya sebentar oleh Tristan yang sudah kembali menatap matanya setelah melakukan “pembersihan” yang dia maksud. “Membersihkan krim di bibirmu,” jawab Tristan kemudian, yang tentu saja sudah terlambat. Kepalan tangan Karina memukul pundak Tristan kuat karena kesal beberapa kali. “Dasar m***m!” umpatnya. “Aku suamimu, jadi itu bukan tidakan mesuk,” kata Tristan yang kini kedua tangannya mengukung posisi duduk Karina. “Berhentilah mengatakan hal mengerikan itu,” cibir Karina malas. “Kenyataannya begitu

