Tuan hitam manis yang berteman dengan nada
Untuk mu ku tuliskan rentetan kata tak berirama
Sungguh tak berharap kau membacanya
Namun jika kau punya waktu maka tak apa
Ini ku rangkai dengan hati-hati
Berharap kau mau membalas dengan hati
Tapi tak apa kalau pun kau tak peduli
Aku akan belajar menerima situasi
Untuk tuan berkulit gelap yang ku sebut eboni
Tuan unik sekali, bisa-bisanya membuat puan jatuh hati
Tapi tuan begitu misterius, berjalan dingin bak tak punya rasa sama sekali
Padahal saya setengah mati mengendalikan diri
Ah tuan...
Tak sadarkah kau bahwa indah mu menundukkan bunga melati?
Paras mu membuat daun gugur berbaris rapi menyambut mu?
Bahkan riak ombak segan menampakkan diri dan sinar mentari malu-malu menyinari bumi
Seolah semesta mengatakan mutlak atas indahnya parasmu.
Ah tuan...
Sulit sekali untuk ku menggenggam mu
Meski tak jauh dari pelupuk mata, kau tetap tak tergapai
Ah tuan...
"Hati-hati jatuh cinta" kata ku pada diri sendiri
Tapi tak bisa tuan, kau begitu indah lalu bagaimana aku tak jatuh cinta?
Tuan hitam manis...
Terima kasih untuk tenang mu yang mendebarkan jantungku
Terima kasih sudah menjadi diri sendiri dengan segala keindahan mu
Terima kasih telah ada dan membuatku jatuh cinta
Oh ya maaf tuan, jika nanti setelah ini aku tak lagi hati-hati untuk jatuh cinta padamu.