Bab 137. Undangan Dewa

1089 Kata

Semakin resah, Felisha mendorong tubuh Sander, tapi Sander justru menekan, dan terus memburu leher dan pipinya. Saat Sander berucap cinta, Felisha seketika merasa lemah, apalagi Sander dengan sigap mengecup lembut bibirnya dan melumatnya, lalu berucap sayang dan cinta. “Aku akan menikahimu, tapi aku ingin menuntaskan kerinduanku sekarang, Felisha. Aku rindu kamu, kamu yang selalu aku pikirkan dan aku rindukan….” Sander meracau sambil meraba-raba leher Felisha, lalu merembet ke d**a. “Sander, aku takut.” “Jangan takut.” “Kita belum menikah.” “Kita akan segera, Sayang.” Felisha memejamkan matanya, merasa sangat lemah dipanggil sayang. Sander lalu menyelipkan tangannya ke balik kaus tipis Felisha, menjangkau buah dadanya yang tertutup bra dan meremasnya lembut sambil memainkan ujungnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN