Bab 171. Lega Sander

1101 Kata

“Maafkan aku, Felisha,” ucap Sander saat perjalanan menuju pulang. “Nggak apa-apa, Sander. Aku juga salah, hm … benar kata dokter, kadang aku merasa baik-baik saja dan beraktifitas seperti biasa, sampai lupa kalo aku berbadan dua.” Sander mengusap-usap perut Felisha, sangat berharap tidak ada lagi hal yang tidak diinginkan terjadi. Baru saja mobil memasuki pekarangan rumah, ponsel Sander berbunyi. “Iya, Ma. Nggak apa-apa. Hanya pendarahan kecil.” “Suruh Felisha istirahat, Nak.” “Iya, Ma. Mama fokus saja Serena, dia perlu dukungan Mama.” “Iya. Felisha … suruh dia istirahat ya, jangan gerak-gerak. Awas lo.” Sander tertawa kecil mendengar ancaman mamanya, lalu mengiyakannya. Tentu saja Rosna “marah”, berulang kali mengatakan agar Sander mengingatkan istrinya untuk tidak terlalu banya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN