“Maafkan aku, Felisha,” ucap Sander saat perjalanan menuju pulang. “Nggak apa-apa, Sander. Aku juga salah, hm … benar kata dokter, kadang aku merasa baik-baik saja dan beraktifitas seperti biasa, sampai lupa kalo aku berbadan dua.” Sander mengusap-usap perut Felisha, sangat berharap tidak ada lagi hal yang tidak diinginkan terjadi. Baru saja mobil memasuki pekarangan rumah, ponsel Sander berbunyi. “Iya, Ma. Nggak apa-apa. Hanya pendarahan kecil.” “Suruh Felisha istirahat, Nak.” “Iya, Ma. Mama fokus saja Serena, dia perlu dukungan Mama.” “Iya. Felisha … suruh dia istirahat ya, jangan gerak-gerak. Awas lo.” Sander tertawa kecil mendengar ancaman mamanya, lalu mengiyakannya. Tentu saja Rosna “marah”, berulang kali mengatakan agar Sander mengingatkan istrinya untuk tidak terlalu banya

