Bab 106. Penerimaan

1159 Kata

Quinza adalah gadis kecil yang mudah memahami keadaan, khususnya jika mamanya mengalami kesulitan dan membutuhkan pengertiannya. Seperti saat ini, Reyna tidak ragu meminta Quinza untuk duduk berdiam diri di dalam kamar, dan dia yang akan ke luar kamar tanpa Quinza. “Mama ngobrol dulu sama opa dan oma ya? Kamu bisa main di sini dulu, ada tablet dan snacks.” Quinza mengangguk tersenyum. Reyna terpaku sebentar melihat senyum Quinza yang sangat mirip senyum Dewa, senyum mahal, dan sangat sukar dia dapatkan di kesehariannya dulu saat masih bersama Dewa. Tapi senyum itu kini justru menghiasi hari-harinya. Ini mungkin yang diturunkan Dewa ke Quinza, senyuman hangat khas dan pengertian yang luar biasa. Sementara itu Almira dan Ziyad masih berdebat, tapi kali ini tidak saling menyalahkan. Justr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN