"Mas Jae," Tan mengeratkan pelukannya pada tubuh Jaehwan. "Iya sayang?" "Aku mau tanya, tapi Mas Jae janji jangan marah." "Katakan." "Mas Jae nggak pengin punya anak? Tadi aku liat Mas Jae main sama anaknya Om Minhyun, Mas Jae keliatan seneng banget, mas pasti pengin kan?" Jaehwan seketika menghentikan kegiatannya memainkan rambut istrinya, ia menatap mata istrinya dan mencium singkat bibir Tan. "Tentu saja aku ingin," "Lalu kenapa sejak aku keguguran Mas Jae selalu pakai pengaman?" lirih Tan. "Kau masih terlalu muda, sayang." "Mas Jae, aku kan pernah bilang sama mas, aku nggak masalah kalau Mas Jae ingin punya anak secepatnya," Jaehwan tersenyum tulus. "Sayang, aku tak mau merenggut masa mudamu." Tan menghela napas lalu mengelus pipi tembam Jaehwan. "Mas Jae, kebahagianku ad

