Flashback (2)

661 Kata

"Iya, ibu. Ibu itu cerewet sekali, nanti juga aku akan menikah." "Tapi kau itu sudah tua, ibu juga semakin tua, mana ada wanita yang mau denganmu kalau kau keriput, kurangi bekerjamu dan cari istri." omel Ibu Jaehwan. "Iya iyaa. Sudah sana ibu pilih baju untuk arisan minggu depan." "Benarkah?" pekik Ibu Jaehwan dengan mata berbinar. "Iyaa, ibu boleh beli berapapun yang ibu mau." "Kau memang sulungku yang terbaik!" Ibu Jaehwan mencubit gemas pipi tembam Jaehwan. "Kita ke supermarket dulu saja, nanti malah lupa apa saja yang mau dibeli karena bingung memilih baju." "Iyaa, terserah ibu." Jaehwan dan Ibunya menyusuri lorong-lorong rak yang terisi barang yang akan dijual. Jaehwan mendorong troli yang hampir penuh, sedangkan ibunya kini tengah bimbang memilih sarden merek apa yang har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN