27

1009 Kata

Tan sudah cantik dan segar sekarang ini, ia sudah mandi dan juga sudah berhasil membangunkan suami manja nya, ia berjalan mendekati ibu mertuanya yang sedang sibuk berkutat di dapur menyiapkan sarapan. "Ibu, aku bantu masak ya," "Tak perlu, sayang. Sana kau bermalas-malasan saja di kamar," "Aku tidak suka, ibu. Aku terbiasa bekerja saat di rumah. Biarkan aku membantu ya, bu." pinta Tan. "Iyaa, baiklah baiklah, tapi kau tidak boleh kelelahan, mengerti?" Tan mengangguk. "Terimakasih ibuku sayang," Ibu Jaehwan tersenyum senang mendengar menantunya ibu memanggilnya seolah ia ibu kandungnya, sebenarnya terselip rasa sedih mengingat Tan tak mempunyai orang tua lagi, pasti Tan sangat merindukan kedua orang tuanya. "Sekarang bisa kau bantu ibu mengambil tomat di kulkas, sayang?" Tan menga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN