16

705 Kata

"Ibu, aku tidak mau makan sayur. Aku maunya makan ramen." rajuk Tan dengan wajah mengerucut hendak menangis lalu ia pergi ke taman belakang rumah orang tua Jaehwan meninggalkan Ibu mertuanya yang masih berdiri kebingungan di dapur. Ibu Jaehwan tak mengetahui mengapa menantunya tidak menurut padanya, tak seperti biasanya. "Tan sedang hamil, bu." ucap Jaehwan berusaha menjawab raut wajah bingung ibunya. "Benarkah?!" tanya Ibu Jaehwan dengan mata berbinar. "Iya, bu. Dia sangat sensitif akhir-akhir ini, aku saja sampai takut padanya." "Ahh. Akan kubuatkan masakan kesukaannya. Jaehwan, maafkan ibu, ibu harus membatalkan memasak makanan kesukaanmu karena menantu ibu lebih penting." ucap Ibu Jaehwan dengan senyum lebar lalu betjalan menuju kulkas dan melanjutkan memasaknya. "Yayayaa, ibu ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN