69.

1521 Kata

Marvi berdiri dari kursi kebesarannya, di susul oleh tiga orang pria yang memiliki usia lebih tua dari dirinya, bahkan hampir seusia sang Ayah. "Bapak Doni," Panggilnya pada sosok yang duduk di tengah. Pria bernama Doni itu tampak panik, kedua tangannya mulai mengatup dan bersiap untuk memohon. "Pak Haris, Pak Rahman, kalian berdua bisa meninggalkan ruangan saya. Terima kasih atas waktunya." Ucap Marvi pada dua orang lainnya. Dua pria itu mengangguk sopan. "Baik, terima kasih Pak Marvi, kami permisi," ucap salah satunya yang bernama Haris. Ya, memanggil Bapak karena rasa hormat beliau pada pimpinan, bukan karena usianya. Marvi mengangguk pelan dan mereka berduapun berlalu, meninggalkan Marvi bersama pria bernama Doni, seorang manager bagian produksi di anak perusahaan Elunar yang ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN