Marvi mengedarkan pandangannya, ia baru saja keluar dari dalam toilet butik tersebut namun tidak mendapati keberadaan Minzy. Dengan cepat ia menghampiri seseorang yang tadi melayani dirinya. "Mba, istri saya, dimana dia?" "Nona Minzy?" Marvi mengangguk. "Iya, kemana dia?" "Nona Minzy baru saja pergi, katanya dia ingin mengunjungi toko tas." Marvi berdecak tak habis pikir. "Baik, terima kasih." Setelah mendapatkan informasi, Marvi langsung bergegas keluar dari butik tersebut sembari menghubungi Minzy untuk menanyai keberadaannya. "Kenapa gak di angkat sih? Heran, ngapain punya ponsel?!" Geramnya. Jujur, Marvi khawatir. Marvi melihat ke arah kanan ketika ia merasa seseorang sedang melambaikan tangan ke arahnya. Benar saja, itu Minzy. "Mau kesel, tapi senyumnya manis banget." Gumam M

