Keesokan harinya. Setelah melalui banyak drama di pagi hari, akhirnya mereka tiba di perusahaan setengah jam lebih awal dari waktu masuk kerja normal Malika. Mereka sudah berada di parkiran yang masih terdapat beberapa orang saja, belum penuh semua. “Jadi, nanti kau tidak ikut ke lapangan?” tanya Nazmi. “Ya, Abang dengar kan kata pak Delon semalam? Dia ingin aku di sini saja, lagi pula surat resignnya juga sudah aku bawa.” Malika baru ingat tadi malam setelah bermesraan dengan suaminya dan langsung mengetik surat itu. “Kau di perusahaan dan pria itu juga tidak ikut?” Nazmi baru sadar kalau Delon semalam ngambek dan tidak mau ikut ke lapangan. “Astaghfirullah, benar juga! Ah, tapi dia kan sudah marah padaku, Abang tenang saja, dia tidak akan macam-macam. Apalagi aku ingin menaruh sura

