Bab 44

1056 Kata

Nazmi membuka pintu untuk sahabatnya. Dua pria yang sama-sama tampan itu pun saling berpandangan. Nazmi dengan tatapan dinginnya, sementara Zidan dengan wajah tertawa miringnya. "Maaf ya, aku ke sini juga akhirnya. Serius aku gak punya destinasi lain." Zidan sudah lelah menanti demi bertemu dengan sahabatnya. Nazmi menggeleng kepala. "Kayak orang tidak mampu saja. Padahal anak pengusaha, bayar kamar hotel semalaman saja sudah tidak mampu?" Pok! Zidan mengetuk kepala Nazmi sangking kesalnya kemudian mereka pun tertawa dan berpelukan. Rindu sekali rasanya karena sudah lama tidak bertemu. "Apa kabarmu?" tanya Nazmi. "Sehat, Lu apa kabar? Makin kurus kayaknya." "Haha, masa, sih? Sepertinya biasa saja, otot masih tegap." Nazmi menekuk lengan kanannya dan menunjukkan sisi maskulinnya. Be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN