Sesampainya di rumah Nazmi. Arsen melihat rumah yang ditempati keponakannya itu tidak seburuk yang diduganya. Meski Nazmi tidak hidup bersama keluarga Agam, tetapi dia masih bisa tinggal di rumah yang lumayan nyaman dan juga asri. Kedua mobil mereka telah parkir di dalam halaman kemudian Arsen menginjakkan kakinya ke ubin berwarna abu muda itu. Arsen melihat Malika turun lebih dulu dari suaminya, wanita itu berdiri di samping mobil dan menoleh ke arah Nazmi yang masih mengambil beberapa barang dari mobil. Arsen mendekat, membawakan sesuatu untuk Malika. “Paman, kenapa membelikanku kursi roda?” tanya Malika. Mendengar hal itu, Nazmi pun menoleh ke belakang kemudian segera turun. “Paman hanya ingin menyediakannya sebagai antisipasi kalau kau lemas di rumah. Jangan paksa jalan, kau tin

