Malika dan Nazmi dijemput sesuai janji Arsen tadi. Mobil miliknya ditangani montir yang sudah datang bersamaan dengan supirnya. Mereka pun melesat pergi menuju rumah Arsen. Malika mengambil tisu basah dan meminta suaminya mendekatkan wajah. Malika mengusapkan tisu itu ke pelipis dan juga ujung mulutnya. “Ada apa?” tanya Nazmi. “Ada noda hitam, terkena minyak mesin saat Abang melihat kondisi mobil tadi.” “Oh, terima kasih, Sayang!” “Sama-sama!” Supir Arsen melihat keromantisan mereka berdua kemudian tersenyum. Nazmi menyadari tatapan itu dan kembali duduk seperti semula. “Maaf, Pak, anda supir pribadi paman Arsen?” tanyanya. “Ya, Pak!” “Ah, sudah berapa lama bekerja dengan paman?” “Sudah 25 tahun, Pak!” “Wah, sudah lama sekali!” “Iya, Pak, alhamdulillah.” Nazmi dan Malika meng

