“Saya bukan wanita seperti itu,” balas Malika. “Kau mencintai suamimu?” tanya Sultan lagi. Malika mengangguk. “Ya.” “Lepaskan dia, biarkan Nazmi bersama wanita yang lebih sukses dan kaya,” tegas Sultan. Malika menoleh pada pria tersebut, syok jiwa raganya mendengar permintaan kejam itu. Malika melihat Nazmi dan bingung mau jawab apa? Mereka menikah juga bukan karena cinta, hanya saling memanfaatkan. Malika terdiam saja dengan alis berkerut-kerut. Ifa tersenyum mendengar suaminya mengatakan hal yang sepatutnya disampaikan pada Malika. “Aku tidak akan melepaskan Thara,” kata Nazmi. “Kalau begitu kau keluar dari rumah ini dan jalani hidupmu tanpa barang apa pun dariku,” tandas Sultan. Malika tidak tahu kalau Nazmi ternyata berada di ujung tanduk antara keluarga dan kehidupan masa dep

