Rambut yang dikeringkan tadi, kini sudah rapi karena Nazmi menyisirnya. Pria itu menyelipkan bagian yang menutupi pipinya kemudian memberinya kecupan hangat di sana. "Cepat sembuh sayang," bisiknya setelah selesai. Malika pun tersenyum. "Rayuan maut." "Hmm, aku hanya ingin kau cepat sembuh, bukan merayu." "Siap salah Tuan Nazmi! Haha!" sahut Malika kemudian tertawa kecil. Nazmi memegang kepalanya lembut. "Keningmu sudah tidak berdarah lagi?" tanyanya. "Ya, tadi perawat mengeceknya di kamar mandi dan ternyata sudah mendingan. Menurutnya tak perlu lagi ditutupi." "Mmh, baguslah. Aku pergi beli sarapan dulu ya, kalau ada masalah, panggil perawat atau hubungi aku." Malika mengangguk. "Iya, Sayang." Nazmi tersimpul mendengar istrinya memanggil dengan kata romantis itu. Sejak kemarin

