Bab 58

1199 Kata

Saat makan malam sudah terhidang, Malika memanggil suaminya yang masih berdiri di dekat lemari partisi menuju ruang tamu. Pria itu langsung datang dan duduk di kursi. Malika mengambilkan nasi serta mendekatkan lauk sayur lodeh yang masih panas, ditambah ayam geprek dan juga sambal belacan super pedas. "Abang mau nambah nasi lagi?" tanya Malika. "Ya, boleh." "Abang lapar ya habis marah-marah sama Raima?" Nazmi tersenyum, kemudian saat istrinya selesai menyiapkan makanan untuknya, pria itu menariknya ke pangkuan. "Kenapa ditarik?" "Karena aku ingin." "Kenapa ingin?" "Karena perlahan kau bisa menggantikan Rania dalam hatiku." Malika tersenyum, "Jangan anggap remeh pesona Malika Thara," sahutnya sombong. Nazmi pun tertawa kecil. "Kau yakin? Lantas pesonaku bagaimana?" "Ah, Biasa sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN