Mereka melihat beberapa tetangga lewat dan si Opa menyapanya. “Wah, ada tamu ya?” tanya seorang pria. “Haha, ini suami Malika!” “Malika punya suami? Kok kami tidak dapat undangannya?” “Maaf ya, pernikahannya terjadi di luar kota, kami tidak bisa mengundangnya. Maaf ya,” ucap pria itu terpaksa berbohong agar tidak malu di hadapan tetangga. “Oh, begitu, ya sudah tidak masalah yang penting kalian bahagia dan menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warrahmah,” doa pria itu. “Aamiin!” sahut si Opa, sementara Nazmi hanya tersenyum mengangguk saja. Setelah pria itu pergi, Opa menjelaskan maksudnya berbohong tadi. “Kau pasti paham bagaimana tanggapan orang-orang kalau Malika menikah tanpa resepsi. Mereka pasti akan cemooh dia, tapi demi kalian aku sudah berbohong.” “Maaf ya, Kek. Saya tidak

