Ujian kesekian di rumah tangga mereka adalah... harus bertiga—setidaknya di malam hari—untuk beberapa hari ke depan. Tepat satu minggu kelahiran Safa. Beberapa hiasan selepas akikahan masih terpajang. Rumah sudah rapi dan bersih, pun perabotan sudah kembali ke posisi masing-masing. Sebagian besar undangan juga sudah pulang. Tersisalah para orangtua yang duduk nyaman di dalam mobil. “Selesai urusan check-up, nanti Oma suruh Mama buru-buru ke sini. Oke?” ujar Anggita. “Don’t worry, Oma. Kan ada Mbok Emi kalau siang,” sahut Anne. “Lagian Mama juga harus check-up. Kalau ditunda bisa kelewat sampai tahun depan.” Anggita mengangguk. “Uni dan Safa ikut aja ke Bandung,“ usul Anggara, lalu terkekeh. “Abang Ben sendirian dulu, sampai 40 hari.” Ben menghela napas pelan, bahunya jatuh terkulai.

