Safa tidur lebih cepat dari biasanya. Bahkan Anne sempat melirik jam dua kali untuk memastikan ia tidak salah lihat. “Jam delapan lewat sepuluh…” gumam Anne. “Ini beneran Safa udah tidur?” Ben menutup pintu kamar sepelan mungkin, bahkan melangkah sembari berjinjit agar tak menimbulkan suara dan membangunkan Safa. “Apakah ini semacam jebakan baru? Tau-tau bangun tengah malam dan ngajak ngobrol sampai subuh?” Anne menahan kekehannya. “Apa tadi siang Safa ngga tidur, ya baby?” gumam Ben lagi. “Di jurnalnya tidur kok, waktunya normal aja. Tapi memang hari ini nyusunya lebih banyak,” jawab Anne. “Oooh, lagi gedein badan lagi mungkin.” “Mungkin. Kan lagi hobi nungging sambil goyang-goyang juga. Latihan keseimbangan menuju fase merangkak mungkin,” ujar Anne lagi. “Iya juga sih. Capek fisi

