Regan menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup sepi. Ia melihat Angela hanya diam saja menatap keluar jendela. Regan menuruni mobilnya kemudian berjalan menuju pintu penumpang dan membuka pintu itu membuat Angela melihat ke arahnya dengan kernyitan di dahi. “Turun,” seru Regan. Angela pun menuruti Regan, ia melihat sekeliling dan terlihat begitu sepi tak banyak kendaraan yang berlalu lalang. Hanya lampu jalanan yang menerangi. “A-ada apa?” seru Angela yang berdiri di samping mobil dimana pintunya sudah tertutup. Regan masih berdiri membelakangi Angela dengan menghembuskan nafasnya kasar. “Kamu tau, aku sangat marah!” Regan kini berbalik ke arah Angela dengan tatapan tajam yang begitu menakutkan k

