Angela diam di sisi ranjang dengan masih memeluk kedua lututnya. Semalaman ia tidak tidur. Ia merasa sangat gelisah dan juga merasa ketakutan. Ternyata dirinya memang sangat lemah, ia kuat hanya karena berada di sisi Regan. Pintu kamar terbuka membuat Angela menatap ke arah pintu. Seorang pelayan datang dengan membawa nampan berisi makanan. “Silahkan di makan Nona,” seru pelayan itu menyimpan nampan di meja sudut. Angela beranjak dari duduknya dan menepis nampan itu. Bruk Nampan itu terhempas dan membuat barang yang ada di atasnya pecah dan berhamburan di lantai membuat pelayan itu kaget. “Aku tidak ingin makan! Keluarkan aku dari sini!” pekik Angela sangat marah. Pelayan

