Angela membuka matanya dan ia berada di dalam ruangan yang begitu gelap dan begitu menakutkan. “Tolong…. Tolongggggg….” Angela teriak-teriak menggedor-gedor pintu tetapi taka da seorang pun yang membuka pintu itu. “Ha…ha…ha…” Angela berbalik badan saat mendengar tawaan dari beberapa orang. “Kalian?” Angela melihat keluarga Virendra di sana tengah mentertawakannya. “Dasar anak sial… kau tidak pantas untuk hidup. Kau sudah menjadi orang miskin yang sangat hina. Lihatlah kondisimu saat ini yang begitu menyedihkan. Kau hanyalah seorang sampah!” seru Caroline dan mereka kembali tertawa. “Ha…ha…ha… Dasar pecundang!” seruan itu membuat Angela menoleh dan ia melihat Cristian di sa

