Di antara dinding itu si anak manja ini bersembunyi. Sedikit deg-deg kan takut kelihatan oleh Verrel. Takut kalau saat melintas dekat café ini pria itu menoleh dan melihatnya. Ya, walaupun sudah bersembunyi diantara celah dinding, tetap saja tidak ada penghalang yang menghalangi langsung dari pesisi Sharell berdiri kea rah yang menghadap jalan. Hanya ada beberapa pot tanaman menggantung di dinding itu yang malah membuat Sharell kesulitan bersembunyi di sana. “Kak, mampir ke café yang kemarin yuk, kita ‘kan kemarin Cuma ngintip dari luar. Belum lihat dalamnya seperti apa.” Ajak Khanza sambil berlari di samping kakaknya. Tinggal beberapa langkah lagi mereka tiba di depan café itu. “Ya gak sekarang dik, belum buka.” jawab Verrel. “Ya udah, kita lari keliling komplek ini aja dulu ya, nanti

