Sharell langsung pura-pura menunduk dan melanjutkan makan. “Dih, kok ada dia sih di sini? Eh, tapi ‘kan aku emang jauh-jauh ke sini buat menyelidiki dia. Artinya ini kesempatan dong? Tapi kali ini aku gak boleh ketahuan.” Sharell komat-kamit sendiri dengan suara berbisik. Ia akhirnya memutuskan untuk menyudahi sarapannya kali ini. Mengendap-endap berjalan ke dekat kolam renang sambil mencari posisi yang pas untuk mengintai tanpa ketahuan. ‘Duh, kok deg-degan gini sih,’ Sharell memegangi dadanya sambil melangkah sangat pelan. Berjarak beberapa meter dari Verrel ia memutuskan berhenti. Bersiap mencari posisi duduk supaya tidak kelihatan sedang mengawasi. Baru saja langkahnya berhenti mendadak ia melihat Verrel melepas kimono handuk yang dikenakannya. Kini pria itu hanya memakai celana pend

