Alana berlari saat melihat Langit keluar dari mobilnya. Pria itu tersenyum melihat Alana yang menyambutnya dengan ceria. “Kita jadi makan ramen, kan?” tanya Alana dengan mata berbinar. Langit menghela napas panjang. Padahal, awalnya ia berencana mengajak Alana ke restoran Jepang untuk membeli sushi. Setidaknya makanan itu cukup sehat dan cocok bagi Alana yang saat ini sedang memiliki jam kerja padat sehingga bisa membantu menjaga kesehatannya. Namun, begitu mendengar kata restoran Jepang, sayangnya yang terlintas di benak gadis itu malah mie khas Jepang tersebut, yang membuat Langit hanya bisa pasrah karena ia tahu, gadis itu tidak mudah dibujuk kalau soal makanan. Sementara itu, beberapa puluh meter dari dua insan menggemaskan itu, seorang pria mengepalkan tangannya dengan kuat menatap

