Kakek Oliver menggelengkan kepalanya dengan penuh kasih sayang. Tatapannya sangat tenang, “Lizy, di mana Nelson. Apakah dia datang?” “Aku sudah meneleponnya, dia seharusnya segera datang.” Pada saat itu pintu ruangan didorong dan Nelson Oliver bergegas masuk. “Ayah, akhirnya kau sudah bangun. Aku sangat merindukanmu!” Nelson Oliver segera berlutut di samping tempat tidur, memegang tangan kakek dengan bersemangat dan menangis haru. Ketika Kakek berkuasa, dia hidup sebagai anak orang kaya. Keluarga Oliver berkembang pesat dan semua kebutuhan hidupnya terpenuhi. Kemudian ayahnya tiba-tiba menjadi orang vegetative. Dia dipaksa untuk tumbuh dewasa. Awalnya dia bergantung hidup pada istrinya dan anaknya. Kemudian Lizy, anak perempuan yang merepotkannya pulang dari pedesaan. Perjalanan hidup

