Alexia tercengang, pikirannya masih kelabu sejak terbangun dari tidurnya. Kini sudah ada Daniel dengan koper besar berwarna hitam yang tengah dia pegangi. Usut punya usut, ternyata Daniel menawarkan diri untuk tinggal dan menemani Alexia. Belakangan dia selalu melihat Alexia murung dan tampak kesepian. Selain itu Daniel juga bisa menghemat uang sewa rumah, meski gajinya sudah lebih dari cukup namun Daniel tidak ingin boros dengan hasil kerjanya itu. "Tidak terlalu buruk" ucap Alexia akhirnya membuka mulut setelah berdiam diri menatap Daniel lima menit. "Kau bisa menempati bekas kamar Galen, tepat di samping kanan kamarku" Daniel tersenyum sumringah, dia sudah lama ingin berusaha dekat dengan sang nona, dan kali ini dia mendapatkan kesempatan itu. "Jangan berpikir macam macam, aku

