Awal Cerita

244 Kata
2003 Hari ini adalah hari terakhir Maya menghadapi ujian akhir sekolah. "Hai may syukur ya akhirnya ujian kita telah selesai. setelah ini apa rencanamu" tanya navia salah seorang temen maya. " Aku mungkin akan langsung cari kerja aja nav, karena untuk melanjutkan kuliah tidak ada biayanya. Kasian orang tuaku" jawab maya " Tapi apa kamu ga nyesel nanti may.. eman-eman lo kan kamu termasuk anak yg pandai." kata vida teman maya satunya. " Aku udah yakin kok vid.. dari pada aku malah membebani orang tuaku lagi. Kamu tau sendirikan orang tuaku cuma seorang buruh tani. Aku udah bersyukur busa mengenyam pendidikan sampai SM A" jawab maya. " Kalau kalian berdua gimana? Apa akan melanjutkan kuliah" tanyaku kepada kedua sahabatku. Aku akan membantu ibuku dirumah aja may... kamu tau sendirikan ibuku mengerjakan semua sendiri karena kakaku udah merantau." jawab navia Akupun mengangguk, karena aku tau kalau navia sudah tidak mempunyai ayah . Ibunya memiliki usaha membuat camilan khas kota kami. Kami memang tinggal di desa yang berbeda tp tetap satu kota. " Kalau kamu sendiri gimana vid?" tanyaku dan navia bersama. "Aku juga ga nglanjutin kayaknya nav, may.. aku akan bantuin ortuku jualan." jawab vidia Aku dan navia pun mengangguk bersama . Memang orang tua vidia berjualan pernak pernik dan asesoris di salah satu pantai tempat wisata dikota kami. "Semoga nanti persahabatan kita ttp tersambung ya.. walau kita udah terpisah." kataku " Setuju!!!" jawab mereka serempak. Kamipun mengeratkan genggaman tangan kami dan berjalan keluar sekolah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN