Bab 44: Bertemu Lagi

2299 Kata

Mata Achiera memandangi hidangan yang tersaji di atas meja. Dia tersenyum lebar, lalu mengalihkan pandangan pada Melly yang mengedipkan sebelah mata. Setelah lelah bekerja hingga siang, melihat makanan kesukaan merupakan sebuah hiburan tersendiri. Wanita itu mengucapkan terima kasih tanpa suara. Ayam panggang bumbu kecap di rumah makan itu memang yang terbaik. Beruntung Melly sudah menyiapkan kursi untuk Achiera. Suasana rumah makan siang ini sangat ramai. Tidak ada tempat kosong satu pun. Menu sederhana, tetapi bercitra rasa nikmat menjadi salah satu daya tarik restoran tersebut. Dinding seputih salju menjadi ciri khas rumah makan. Dengan kursi dan meja berwarna senada. Bahkan gorden dan peralatan yang digunakan juga putih semua. Awal mengunjungi tempat ini dengan Melly, Achiera sedikit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN