Bab 46: Mampir

1900 Kata

Mata Achiera yang mengarah pada Keenan menyipit. Dia memperhatikan Keenan yang asyik melihat foto di layar telepon. Sejujurnya, dia tadi hanya berbasa-basi saat menawarkan pada sang bos untuk mampir. Nila dan Falisha belum pulang, jadi menerima kunjungan Keenan sedikit tidak nyaman. Dia tidak mengira kalau pria itu ternyata menyambut ajakannya. Wanita dengan blazer hitam mengembuskan napas. Pandangannya beralih ke jalanan kecil di depan rumah. Beberapa anak berlarian sambil tertawa. Dia selalu menyukai pemandangan ini. Tawa mereka menjadi hiburan yang menentramkan hati. Karena tidak ada orang di rumah, Achiera meminta Keenan duduk di teras. Sepiring bika ambon dan teh panas tersaji di meja kecil di antara mereka. Wanita itu meremas kedua tangan. Kenapa Keenan tak kunjung menyentuh hidang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN